Proses Panjang Menjadi Seorang Dokter

Kesehatan

Ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Binus (Bina Nusantara)? Anda harus membaca artikel ini untuk mengetahui penjelasan lebih mendetail.

Ketika Anda memilih Fakultas Kedokteran Binus, maka akan menjumpai praktikum yang merupakan pelaksanaan keterampilan biomedis, seperti mikrobiologi, histologi, dan anatomi. Menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran berarti Anda akan mempelajari Kadayer, atau mayat yang diawetkan untuk Anda pelajari bentuk dan letak organ-organ tubuh. Sarjana kedokteran bisa Anda tempuh dengan rentan waktu bervariasi, mulai dari 3.5 hingga 5 tahun.

Di Indonesia, pendidikan kedokteran bervariasi. Ada program pendidikan dokter spesialis yang diberi nama PPDS atau Program Pendidikan Dokter Spesialis dan PPDGS atau Program Dokter Gigi Spesialis. Dua program tersebut dimaksudkan unutk melatih seorang dokter umum dan dokter gigi yang ingin menjadi dokter spesialis serta menjadi dokter spesialis tertentu. Waktu tempuh menjadi seorang dokter spesialis pun bervariasi, meski rata-ratanya 8 semester. Program ini bisa Anda lakukan di beberapa Fakultas Kedokteran, seperti di Universitas Bina Nusantara yang menjalin kerja sama dengan rumah sakit. Ketika Anda sebagai dokter umum yang ingin melanjutkan ke pendidikan dokter spesialis, maka Anda sedang residen.

pxhere.com

Jika sudah lulus dari kuliah Starta satu (S1) atau sarjana dan memperoleh gelar S.Ked (Sarjana Kedokteran). Tahap yang Anda lakukan ke depannya adalah memperoleh gelar/title dokter (dr.) yang mengharuskan Anda melalui program profesi atau istilahnya adalah koas. Tahapan menjadi koas dilaksanakan di rumah sakit yang menjadi mitra kampus selama 1,5 tahun, itu waktu minimalnya. Program koas adalah tahap yang mengharuskan Anda mengaplikasikan ilmu kedokteran yang sudah didapatkan selama kuliah kedokteran kepada pasien sesungguhnya. Jadi, ketika Anda mengikuti program koas, maka Anda disebut sebagai dokter meski masih di bawah pengawasan pembimbing atau dokter senior di rumah sakit tempat Anda mengikuti program koas. Tahap koas ini diberlakukan dengan sistem shifting, alias Anda tidak selalu mengikuti koas setiap harinya.

Sesudah menyelesaikan koas atau program profesi, maka Anda dianggap sebagai dokter mudah yang akan melalui tahap yudisium sebagai tanda sah menerima titel dokter (dr.). Meskipun sudah yudisium, bukan berarti Anda bebas praktek kedokteran secara pribadi. Dokter mudah harus ikut Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Ujian ini dilaksanakan sebanyak empat kali dalam satu tahun dan serentak dilakukan di Indonesia. Ujian ini menerapkan standarisasi, yang menyatakan semua dokter yang berasal dari Fakultas Kedokteran mana saja mempunyai kompetensi minimal yang sama. Selama mengikuti ujian ini Anda akan menemukan dua tahap yaitu ujian teori atau disebut CBT dengan soal sebanyak 200 dan ujian praktek atau OSCE yang terdiri atas 12 station. Jika Anda tidak lolos UKDI, berarti Anda menunggu selama empat bulan untuk mengikuti ujian hingga dinyatakan lulus. Nah, kalau Anda sudah berhasil lulus dari UKDI, maka Anda diberi izin mengurus STR atau Surat Tanda Registrasi, sebagai tanda jika Anda sudah legal membuka praktek pribadi.

pxhere.com

Namun, UKDI sekarang telah berubah menjadi Exit Exam, yaitu ujian serupa dengan pelaksanaan serta pembiayaan ditanggung oleh kampus dan dilaksanakan pada tingkat terakhir sesudah calon dokter menuntaskan program profesi (koas) atau sebelum tahap yudisium. Pergantian kebijakan secara tidak langsung mengurangi jumlah calon dokter yang bernasip belum jelas, alias sudah menjadi dokter tetapi belum diizinkan membuka praktek karena belum lulus ujian kompetensi.

Pembahasan selanjutnya adalah program bimbel kedokteran atau disebut sebagai program magang (internship) yang merupakan program untuk dokter lulusan sistem KBK, yaitu calon dokter yang memperoleh STR meski sudah diperbolehkan membuka praktek pribadi, namun tempat prakteknya dibatasi. Maksud dari pembatasan ini adalah dokter belum diperbolehkan membuka praktek secara pribadi. Dokter internship (magang) baru bisa melaksanakan praktek di kawasan Anda memperoleh SIP atau Surat Izin Praktek. Program ini wajib Anda ikuti dengan kurun waktu selama minimal satu tahun. Tempat pelaksanaannya juga terbatas di rumah sakit tipe C (wilayah kabupaten), klinik, maupun puskesmas di seluruh Indonesia. Jadi, Anda harus bersedia diletakkan di semua daerah di Indonesia.

Kalau dituliskan jangka waktu menemupuh pendidikan di Fakultas Kedokteran hingga Anda benar-benar menjadi dokter yang legal di Indonesia, maka waktu yang Anda butuhkan sebagai berikut:

  • 3,5 maupun 4 tahun mengikuti program kuliah S1
  • 1,5 tahun mengikuti program profesi (koas)
  • 4 bulan menanti UKDI dan mengurus segala administrasi
  • 1 tahun mengikuti program Dokter Internship
pxhere.com

Jika dihitung, untuk menjadi dokter legal Anda memerlukan waktu 6 tahun 4 bulan, kalaupun tidak terkendala. Ada beberapa dokter yang bisa menempuh waktu hingga 8 tahun untuk menjadi seorang dokter legal. Rentan waktu selama itu tentu menjadikan mahasiswa Fakultas Kedokteran ketika lulus benar-benar berkompeten di bidang kesehatan. Pasalnya, menjadi dokter bukan sekadar profesi semata, melainkan penyelamat sesame manusia. Jelas dengan beban seperti itu diperlukan proses panjang. Tentu Anda sadar tentang pepatah yang menyatakan proses tidak akan menghianati hasil.

Itu saja penjelasan kami tentang persiapan hingga menjadi seorang dokter legal di Indonesia. Semoga informasi ini memberikan manfaat bagi Anda yang ingin menentukan pilihan ke Fakultas Kedokteran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *